RSS

Gangguan Jiwa

Penyebab Gangguan Jiwa 

Gejala utama atau gejala yang menonjol pada gangguan jiwa terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik), di lingkungan sosial (sosiogenik) ataupun psikis (psikogenik), (Maramis, 1994). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbulah gangguan badan ataupun jiwa.

Macam-Macam Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang psikologik dari unsur psikis (Maramis, 1994). Macam-macam gangguan jiwa (Rusdi Maslim, 1998): Gangguan mental organik dan simtomatik, skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham, gangguan suasana perasaan, gangguan neurotik, gangguan somatoform, sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik, Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa, retardasi mental, gangguan perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional dengan onset masa kanak dan remaja.

1). Skizofrenia.

Skizofrenia merupakan bentuk psikosa fungsional paling berat, dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu kala. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab dan patogenisanya sangat kurang (Maramis, 1994). Dalam kasus berat, klien tidak mempunyai kontak dengan realitas, sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal. Perjalanan penyakit ini secara bertahap akan menuju kearah kronisitas, tetapi sekali-kali bisa timbul serangan. Jarang bisa terjadi pemulihan sempurna dengan spontan dan jika tidak diobati biasanya berakhir dengan personalitas yang rusak ” cacat ” (Ingram et al.,1995).

2). Depresi

Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri (Kaplan, 1998). Depresi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan yang ditandai dengan kemurungan, keleluasaan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna, putus asa dan lain sebagainya (Hawari, 1997). Depresi adalah suatu perasaan sedih dan yang berhubungan dengan penderitaan. Dapat berupa serangan yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang mendalam (Nugroho, 2000). Depresi adalah gangguan patologis terhadap mood mempunyai karakteristik berupa bermacam-macam perasaan, sikap dan kepercayaan bahwa seseorang hidup menyendiri, pesimis, putus asa, ketidak berdayaan, harga diri rendah, bersalah, harapan yang negatif dan takut pada bahaya yang akan datang. Depresi menyerupai kesedihan yang merupakan perasaan normal yang muncul sebagai akibat dari situasi tertentu misalnya kematian orang yang dicintai. Sebagai ganti rasa ketidaktahuan akan kehilangan seseorang akan menolak kehilangan dan menunjukkan kesedihan dengan tanda depresi (Rawlins et al., 1993). Individu yang menderita suasana perasaan (mood) yang depresi biasanya akan kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktiftas (Depkes, 1993). Depresi dianggap normal terhadap banyak stress kehidupan dan abnormal hanya jika ia tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik dimana sebagian besar orang mulai pulih (Atkinson, 2000).

3). Kecemasan

Kecemasan sebagai pengalaman psikis yang biasa dan wajar, yang pernah dialami oleh setiap orang dalam rangka memacu individu untuk mengatasi masalah yang dihadapi sebaik-baiknya, Maslim (1991). Suatu keadaan seseorang merasa khawatir dan takut sebagai bentuk reaksi dari ancaman yang tidak spesifik (Rawlins 1993). Penyebabnya maupun sumber biasanya tidak diketahui atau tidak dikenali. Intensitas kecemasan dibedakan dari kecemasan tingkat ringan sampai tingkat berat. Menurut Sundeen (1995) mengidentifikasi rentang respon kecemasan kedalam empat tingkatan yang meliputi, kecemasn ringan, sedang, berat dan kecemasan panik.

4). Gangguan Kepribadian

Klinik menunjukkan bahwa gejala-gejala gangguan kepribadian (psikopatia) dan gejala-gejala nerosa berbentuk hampir sama pada orang-orang dengan intelegensi tinggi ataupun rendah. Jadi boleh dikatakan bahwa gangguan kepribadian, nerosa dan gangguan intelegensi sebagaian besar tidak tergantung pada satu dan lain atau tidak berkorelasi. Klasifikasi gangguan kepribadian: kepribadian paranoid, kepribadian afektif atau siklotemik, kepribadian skizoid, kepribadian axplosif, kepribadian anankastik atau obsesif-konpulsif, kepridian histerik, kepribadian astenik, kepribadian antisosial, Kepribadian pasif agresif, kepribadian inadequat, Maslim (1998).

5). Gangguan Mental Organik

Merupakan gangguan jiwa yang psikotik atau non-psikotik yang disebabkan oleh gangguan fungsi jaringan otak (Maramis,1994). Gangguan fungsi jaringan otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang terutama mengenai otak yang biasanya gangguan berasal dari sistem limbik (pusat emosi dan memori) dan gangguan pada ganglia basalis.

7). Retardasi Mental

Retardasi mental merupakan keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh, misalnya kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial (Maslim,1998).

8). Gangguan Perilaku Masa Anak dan Remaja.

Anak dengan gangguan perilaku menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan permintaan, kebiasaan atau norma-norma masyarakat (Maramis, 1994). Anak dengan gangguan perilaku dapat menimbulkan kesukaran dalam asuhan dan pendidikan. Gangguan perilaku mungkin berasal dari anak atau mungkin dari lingkungannya, akan tetapi akhirnya kedua faktor ini saling mempengaruhi. Diketahui bahwa ciri dan bentuk anggota tubuh serta sifat kepribadian yang umum dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Pada gangguan otak seperti trauma kepala, ensepalitis, neoplasma dapat mengakibatkan perubahan kepribadian. Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perilaku anak, dan sering lebih menentukan oleh karena lingkungan itu dapat diubah, maka dengan demikian gangguan perilaku itu dapat dipengaruhi atau dicegah.

Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Merasa senang terhadap dirinya serta

o Mampu menghadapi situasi

o Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup

o Puas dengan kehidupannya sehari-hari

o Mempunyai harga diri yang wajar

o Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan

 

2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta

o Mampu mencintai orang lain

o Mempunyai hubungan pribadi yang tetap

o Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda

o Merasa bagian dari suatu kelompok

o Tidak “mengakali” orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain “mengakah” dirinya

 

3. Mampu memenuhi tuntutan hidup serta

o Menetapkan tujuan hidup yang realistis

o Mampu mengambil keputusan

o Mampu menerima tanggungjawab

o Mampu merancang masa depan

o Dapat menerima ide dan pengalaman baru

o Puas dengan pekerjaannya

 

Salah satu cara untuk mencapai jiwa yang sehat adalah dengan penilaian diri

yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya yang berkaitan erat dengan cara berpikir,

cara berperan, dan cara bertindak.

Penilaian diri seseorang positif apabila seseorang cenderung:

o Menemukan kepuasan dalam hidup

o Membina hubungan yang erat dan sehat

o Menetapkan tujuan dan mencapainya

o Menghadapi maju mundurnya kehidupan

o Mempunyai keyakinan untuk menyelesaikan masalah

 

Penilaian diri seseorang negatif apabila seseorang cenderung:

o Merasa hidup ini sulit dikendalikan

o Merasa stres

o Menghindari tantangan hidup

o Memikirkan kegagalan

 

Beberapa upaya untuk membangun penilaian diri:

1. Seseorang harus jujur terhadap diri sendiri.

2. Berupaya mengenali diri sendiri dan belajar menerima semua kekurangan dan kelebihannya.

3. Bersedia memperbaiki diri sendiri untuk mengatasi kekurangannya

4. Menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain

5. Selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik sesuai dengan kemampuan, tetapi tidak boleh terlalu memaksakan diri sendiri.

Pada penderita gangguan jiwa sering muncul beberapa manifestasi/gejala yang berupa gangguan isi pikir, presepsi, emosi dan afektif, hal ini akan sedikit saya jelaskan pada pembahasan di bawah ini:

ISI PIKIR

Gangguan isi pikir adalah gangguan pada isi pikiran pada orang tersebut dan hal ini memerlukan rangsangan dari luar untuk memicu munculnya gangguan tersebut.

1. Kemiskinan isi pikir: pikiran yang hanya menghasilkan sedkit informasi dikarenakan

ketidakjelasan, pengulangan yang kosong, atau frase yang tidak dikenal.

2. Waham/delusi: satu perasaan keyakinan atau kepercayaan yang keliru, berdasarkan

simpulan yang keliru tentang kenyataan eksternal, tidak konsisten dengan intelegensia dan

latar belakang budaya pasien, dan tidak bisa diubah lewat penalaran atau dengan jalan

penyajian fakta. Jenisjenis

waham:

a. waham bizarre: keyakinan yang keliru, mustahil dan aneh (contoh: makhluk angkasa luar menanamkan elektroda di otak manusia)

b. waham sistematik: keyakinan yang keliru atau keyakinana yang tergabung dengan satu tema/kejadian (contoh: orang yang dikejarkejar polisi atau mafia)

c. waham nihilistik: perasaan yang keliru bahwa diri dan lingkungannya atau dunia tidak ada atau menuju kiamat

d. waham somatik: keyakinan yang keliru melibatkan fungsi tubuh (contoh: yakin otaknya

meleleh)

e. waham paranoid: termasuk di dalamnya waham kebesaran, waham kejaran/persekutorik, waham rujukan (reference), dan waham dikendalikan.

· waham kebesaran: keyakinan atau kepercayaan, biasanya psikotik sifatnya, bahwa dirinya adalah orang yang sangat kuat, sangat berkuasa atau sangat besar.

· waham kejaran (persekutorik): satu delusi yang menandai seorang paranoid, yang mengira bahwa dirinya adalah korban dari usaha untuk melukainya, atau yang mendorong agar dia gagal dalam tindakannya. Kepercayaan ini sering dirupakan dalam bentuk komplotan yang khayali, dokter dan keluarga pasien dicurigasi bersamasama berkomplot untuk merugikan, merusak, mencederai, atau menghancurkan dirinya.

· waham rujukan (delusion of reference): satu kepercayaan keliru yang meyakini bahwa tingkah laku orang lain itu pasti akan memfitnah, membahayakan, atau akan menjahat dirinya.

· waham dikendalikan: keyakinan yang keliru bahwa keinginan, pikiran, atau perasaannya

dikendalikan oleh kekuatan dari luar. Termasuk di dalamnya:

  -waham withdrawal: waham bahwa pikirannya ditarik oleh orang lain atau kekuatan lain

   -waham insertion: waham bahwa pikirannya disisipi oleh orang lain atau kekuatan lain

    -waham broadcasting: waham bahwa pikirannya dapat diketahui oleh orang lain, tersiar di udara

    -waham control: waham bahwa pikirannya dikendalikan oleh orang lain atau kekuatan lain

f. waham cemburu: keyakinan yang keliru yang berasal dari cemburu patologis tentang pasangan yang tidak setia

g. erotomania: keyakinan yang keliru, biasanya pada wanita, merasa yakin bahwa seseorang sangat mencintainya

3. Obsesi: satu ide yang tegar menetap dan seringkali tidak rasional, yang biasanya dibarengi

satu kompulsi untuk melakukan suatu perbuatan, tidak dapat dihilangkan dengan usaha yang

logis, berhubungan dengan kecemasan.

4. Kompulsi: kebutuhan dan tindakan patologis untuk melaksanakan suatu impuls, jika ditahan

akan menimbulkan kecemasan, perilaku berulang sebagai respons dari obsesi atau timbul

untuk memenuhi satu aturan tertentu.

5. Fobia: ketakutan patologis yang persisten, irasional, berlebihan, dan selalu terjadi

berhubungan dengan stimulus atau situasi spesifik yang mengakibatkan keinginan yang

memaksa untuk menghindari stimulus tersebut. Beberapa contoh di antaranya:

a. Fobia spesifik: ketakutan yang terbatas pada obyek atau situasi khusus (contoh takut pada

labalaba

atau ular

b. Fobia sosial: ketakutan dipermalukan di depan publik seperti rasa takut untuk berbicara,

tampil, atau makan di depan umum

c. Akrofobia: ketakutan berada di tempat yang tinggi

d. Agorafobia: ketakutan berada di tempat yang terbuka

e. Klaustrofobia: ketakutan berada di tempat yang sempit

f. Ailurofobia: ketakutan pada kucing

g. Zoofobia: ketakutan pada binatang

h. Xenofobia: ketakutan pada orang asing

i. Fobia jarum: ketakutan yang berlebihan menerima suntikan

PERSEPSI:

Sebuah mental proses yang merupakan pengiriman stimulus fisik menjadi informasi psikologis sehingga stimulus sensorik dapat diterima secara sadar. Beberapa contoh gangguan persepsi:

1. Depersonalisasi: satu kondisi patologis yang muncul sebagai akibat dari perasaan subyektif dengan gambaran seseorang mengalami atau merasakan diri sendiri (atau tubuhnya) sebagai tidak nyata atau khayali (asing, tidak dikenali)

2. Derealisasi: perasaan subyektif bahwa lingkungannya menjadi asing, tidak nyata

3. Ilusi: satu persepsi yang keliru atau menyimpang dari stimulus eksternal yang nyata

4. Halusinasi: persepsi atau tanggapan palsu, tidak berhubungan dengan stimulus eksternal yang nyata; menghayati gejalagejala yang dikhayalkan sebagai hal yang nyata.

Jenisjenis

Halusinasi:

a. halusinasi hipnagogik: persepsi sensorik keliru yang terjadi ketika mulai jatuh tertidur,

secara umum bukan tergolong fenomena patologis

b. halusinasi hipnapompik: persepsi sensorik keliru yang terjadi ketika seseorang mulai

terbangun, secara umum bukan tergolong fenomena patologis

c. halusinasi auditorik: persepsi suara yang keliru, biasanya berupa suara orang meski dapat

saja berupa suara lain seperti musik, merupakan jenis halusinasi yang paling sering

ditemukan pada gangguan psikiatri

d. halusinasi visual: persepsi penglihatan keliru yang dapat berupa bentuk jelas (orang) atau

pun bentuk tidak jelas (kilatan cahaya), sering kali terjadi pada gangguan medis umum

e. halusinasi penciuman: persepsi penghidu keliru yang seringkali terjadi pada gangguan

medis umum

f. halusinasi pengecapan: persepsi pengecapan keliru seperti rasa tidak enak sebagai gejala

awal kejang, seringkali terjadi pada gangguan medis umum

g. halusinasi taktil: persepsi perabaan keliru seperti phantom libs (sensasi anggota tubuh

teramputasi), atau formikasi (sensasi merayap di bawah kulit)

h. halusinasi somatik: sensasi keliru yang terjadi pada atau di dalam tubuhnya, lebih sering

menyangkut organ dalam (juga dikenal sebagai cenesthesic hallucination)

i. halusinasi liliput: persepsi keliru yang mengakibatkan obyek terlihat lebih kecil (micropsia)

EMOSI

Emosi adalah suasana perasaan yang dihayati secara sadar , bersifat kompleks, melibatkan pikiran, persepsi dan perilaku individu. Secara deskriptif fenomenologis emosi dibedakan antara

mood dan afek.

1. Mood: adalah suasana perasaan yang bersifat pervasif dan bertahan lama, yang mewarnai

persepsi seseorang terhadap kehidupannya.

a. Mood eutimia: adalah suasana perasaan dalam rentang normal, yakni individu mempunyai penghayatan perasaan yang luas dan serasi dengan irama hidupnya.

b. Mood hipotimia: adalah suasana perasaan yang secara pervasif diwarnai dengan kesedihan dan kemurungan. Individu secara subyektif mengeluhkan tentang kesedihan dan kehilangan semangat. Secara obyektif tampak dari sikap murung dan perilakunya yang lamban.

c. Mood disforia: menggambarkan suasana perasaan yang tidak menyenangkan. Seringkali

diungkapkan sebagai perasaan jenuh, jengkel, atau bosan.

d. Mood hipertimia: suasana perasaan yang secara perfasif memperlihatkan semangat dan

kegairahan yang berlebihan terhadap berbagai aktivitas kehidupan. Perilakunya menjadi hiperaktif dan tampak enerjik secara berlebihan.

e. Mood eforia: suasana perasaan gembira dan sejahtera secara berlebihan.

f. Mood ekstasia: suasana perasaan yang diwarnai dengan kegairahan yang meluap luap.

Sering terjadi pada orang yang menggunakan zat psikostimulansia

g. Aleksitimia: adalah suatu kondisi ketidakmampuan individu untuk menghayati suasana perasaannya. Seringkali diungkapkan sebagai kedangkalan kehidupan emosi. Seseorang dengan aleksitimia sangat sulit untuk mengungkapkan perasaannya.

h. Anhedonia: adalah suatu suasana perasaan yang diwarnai dengan kehilangan minat dan kesenangan terhadap berbagai aktivitas kehidupan.

i. Mood kosong: adalah kehidupan emosi yang sangat dangkal,tidak atau sangat sedikit memiliki penghayatan suasana perasaan. Individu dengan mood kosong nyaris kehilangan keterlibatan emosinya dengan kehidupan disekitarnya. Keadaan ini dapat dijumpai pada pasien skizofrenia kronis.

j. Mood labil: suasana perasaan yang berubah ubah dari waktu ke waktu. Pergantian perasaan dari sedih, cemas, marah, eforia, muncul bergantian dan tak terduga. Dapat ditemukan pada gangguan psikosis akut.

g. Mood iritabel: suasana perasaan yang sensitif, mudah tersinggung, mudah marah dan seringkali bereaksi berlebihan terhadap situasi yang tidak disenanginya.

2. Afek: adalah respons emosional saat sekarang, yang dapat dinilai lewat ekspresi wajah,

pembicaraan, sikap dan gerak gerik tubuhnya (bahasa tubuh). Afek mencerminkan situasi

emosi sesaat.

a. Afek luas: adalah afek pada rentang normal, yaitu ekspresi emosi yang luas dengan sejumlah variasi yang beragam dalam ekspresi wajah, irama suara maupun gerakan tubuh, serasi dengan suasana yang dihayatinya.(lues)

b. Afek menyempit: menggambarkan nuansa ekspresi emosi yang terbatas. Intensitas dan keluasan dari ekspresi emosinya berkurang, yang dapat dilihat dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang kurang bervariasi.(expresinya kurang)

c. Afek menumpul: merupakan penurunan serius dari kemampuan ekspresi emosi yang tampak dari tatapan mata kosong, irama suara monoton dan bahasa tubuh yang sangat kurang.(datar)

d. Afek mendatar: adalah suatu hendaya afektif berat lebih parah dari afek menumpul. Pada keadaan ini dapat dikatakan individu kehilangan kemampuan ekspresi emosi. Ekspresi wajah datar, pandangan mata kosong, sikap tubuh yang kaku, gerakan gerakan sangat minimal, dan irama suara datar seperti ’robot’.(datar parah)

e. Afek serasi: menggambarkan keadaan normal dari ekspresi emosi yang terlihat dari keserasian antara ekspresi emosi dan suasana yang dihayatinya.

f. Afek tidak serasi: kondisi sebaliknya yakni ekspresi emosi yang tidak cocok dengan suasana yang dihayati. Misalnya seseorang yang menceritakan suasana duka cita tapi dengan wajah riang dan tertawa tawa.

g. Afek labil: Menggambarkan perubahan irama perasaan yang cepat dan tiba tiba, yang tidak

berhubungan dengan stimulus eksternal

ASPEK NEUROPSIKOLOGI GANGGUAN MOOD :

 

Gangguan depresi sering dijumpai. Prevalensi selama kehidupan pada wanita 10%-25% dan pada laki-laki 5%-12%

enyebab depresi dan mania secara pasti belum diketahui. Faktor-faktor yang diduga berperan pada terjadinya gangguan mood ini, yaitu peristiwa-peristiwa kehidupan yang berakibat stressor (problem keuangan, perkawinan, pekerjaan, dll), faktor kepribadian, genetik, dan biologik lain seperti ganggtuan hormon, keseimbangan neurotransmiter, biogenik amin, dan imunologik..

Teori neurobiologik

 

Teori biologik memfokuskan pada abnormalitas norepinefrin (NE) dan serotonin (5-HT). Hipotesis katekolamin menyatakan bahwa depresi disebabkan oleh rendahnya kadar NE otak, dan peningkatan NE menyebabkan mania. Pada beberapa pasien kadar MHPG (metabolit utama NE rendah). Hipotesis indolamin menyatakan bahwa rendahnya neurotransmiter serotonin (5-HT) otak menyebabkan depresi dan peningkatan serotonin (5-HT) dapat menyebabkan mania. Hipotesis lain menyatakan bahwa penurunan NE menimbulkan depresi dan peningkatan NE menyebabkan mania, hanya bila kadar serotonin 5-HT rendah.

Mekanisme kerja obat antidepresan mendukung teori ini – antidepresan klasik trisiklik memblok ambilan kembali (reuptake) NE dan 5-HT dan menghambat momoamin oksidase inhibitor mengoksidasi NE. Penelitian terbaru menyatakan bahwa mungkin terdapat hipometabolisme otak di lobus frontalis menyeluruh pada depresi atau beberapa abnormalitas fundamental ritmik sirkadian pada pasien-pasien depresi.

Neurotransmiter pada Mania (Gangguan Bipolar)

            Otak menggunakan sejumlah senyawa neurokimiawi sebagai pembawa pesan untuk komunikasi berbagai beagian di otak dan sistem syaraf. Senyawa neurokimiawi ini, dikenal sebagai neurotransmiter, sangat esensial bagi semua fungsi otak. Sebagai pembawa pesan, mereka datang dari satu tempat dan pergi ke tempat lain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Bila satu sel syaraf (neuron) berakhir, di dekatnya ada neuron lainnya. Satu neuron mengirimkan pesan dengan mengeluarkan neurotrasmiter menuju ke dendrit neuron di dekatnya melalui celah sinaptik, ditangkap reseptor-reseptor pada celah sinaptik tersebut.

Neurotransmiter yang berpengaruh pada terjadinya gangguan bipolar adalahdopamin, norepinefrin, serotonin, GABA, glutamat dan asetilkolin. Selain itu, penelitian-penelitian juga menunjukksan adanya kelompok neurotransmiter lain yang berperan penting pada timbulnya mania, yaitu golongan neuropeptida, termasuk endorfin, somatostatin, vasopresin dan oksitosin. Diketahui bahwa neurotransmiter-neurotransmiter ini, dalam beberapa cara, tidak seimbang (unbalanced) pada otak individu mania dibanding otak individu normal.

Misalnya, GABA diketahui menurun kadarnya dalam darah dan cairan spinal pada pasien mania. Norepinefrin meningkat kadarnya pada celah sinaptik, tapi dengan serotonin normal. Dopamin juga meningkat kadarnya pada celah sinaptik, menimbulkan hiperaktivitas dan nsgresivitas mania, seperti juga pada skizofrenia. Antidepresan trisiklik dan MAO inhibitor yang meningkatkan epinefrin bisa merangsang timbulnya mania, dan antipsikotik yang mem-blok reseptor dopamin yang menurunkan kadar dopamin bisa memperbaiki mania, seperti juga pada skizofrenia.

Monoamin dan Depresi

 

            Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa zat-zat yang menyebabkan berkurangnya monoamin, seperti reserpin, dapat menyebabkan depresi.Akibatnya timbul teori yang menyatakan bahwa berkurangnya ketersediaan neurotransmiter monoamin, terutama NE dan serotonin, dapat menyebabkan depresi. Teori ini diperkuat dengan ditemukannya obat antidepresan trisiklik dan monoamin oksidase inhibitor yang bekerja meningkatkan monoamin di sinap. Peningkatan monoamin dapat memperbaiki depresi.
Gangguan bipolar I
Gangguan mood yang memiliki karakteristik seperti terjadi sedikitnya satu atau lebih episode manic dengan atau tanpa episode Major Depression. Hal ini merupakan sub-diagnosis dari gangguan bipolar yang sejalan dengan konsep umum dari penyakit manic-depressive.Menurut DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder-IV-Text Revision), untuk mendiagnosis lebih lanjut akan gangguan ini maka diperlukan catatan medis bahwa telah terjadi satu atau lebih (hanya) episode manic ataupun gabungan dari keduanya. Episode depresif tidak harus terjadi ketika mendiagnosis gangguan ini, namun episode ini seringkali terjadi pada penderita gangguan bipolar I.

Gangguan bipolar II
Merupakan spektrum gangguan bipolar yang memiliki karakteristik seperti mengalami satu atau lebih episode hypomanic dan satu atau lebih episode major depressive. Di lain sisi, perilaku hypomanic seringkali tidak diikutsertakan karena  dianggap sebagai high-functioning.

Borderline personality disorder (BPD)
Gangguan kepribadian yang memiliki karakteristik utama yaitu terjadinya disregulasi emosional seperti memiliki pola pikir ekstrim “hanya ada hitam dan putih”, dan membina hubungan/relasi yang  kacau.  Profil umum dari penderita BPD adalah ketidakstabilan mood yang dapat meluas/ ‘merembet’  kedalam hal-hal seperti mood, hubungan interpersonal, citra diri, identitas dan perilaku.

Cyclothymia
Merupakan bentuk lain dari gangguan bipolar, namun dalam tingkat sedang. Terdiri dari pengulangan terjadinya episode hypomanic dan dysthymic, tanpa perlu hadirnya episode lain yang lebih parah.

Kira-kira seperti itulah gambaran dari gangguan yang dialami oleh tokoh-tokoh dibawah ini.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 November 2011 in Uncategorized

 

Stroke

Stroke.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Oktober 2011 in Uncategorized

 

Stroke

STROKE

Definisi

Stroke merupakan sindrom klinis yang timbul secara mendadak, progresif, berupa defisit neurologis fokal maupun global yang terjadi dalam 24jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian (kapita selekta kedokteran jilid 2). stroke merupakan sindrom yang didasari oleh kelainan serebrovaskuler bisa berupa iskemik maupun hemoragik yang muncul mendadak dan memiliki manifes defisit neurologis fokal maupun global.

Etiologi

– infrak otak (80%)

   a.  Emboli : Fibrilasi atrium atau aritmia lain, trombus mural ventrikel kiri, endokarditis

   b. Aterotrombotik : Penyakit pembuluh darah sedang-besar (ekstra maupun intrakranial)

                               -Ekstrakranial : a.karotis interna, a.vertebralis

                               -Intrakranial    : a.karotis interna, a.serebri media, a.basilaris

   c. Perdarahan intraserebral (15%) : hipertensi, Malformasi arteri vena, angiopati amiloid

   d. Perdarahan subaraknoid (5%)

Faktor Resiko

– Dapat dirubah : Hipertensi, DM, dislipidemia, merokok, alkoholis,

– Tidak dapat dirubah : Usia, jenis kelamin pria, riwayat keluaraga, riwayat TIA atau sroke sebelumnya fibrilasi atrial

Manifestasi Klinis

Manifestasi yang muncul dapat berupa gangguan neurologis fokal maupun global yang akan di jelaskan berikut ini:

-Gejala Neurologis Fokal

   Gejala motorik

      # kelemahan atau kekakuan tubuh satu sisi

      # ganguan menelan

      # gangguan keseimbangan tubuh

   Gangguan Berbicara atau Berbahasa

      # kesulitan pemahaman atau ekspresi berbahasa

      # kesulitan membaca (dsylexia) atau menulis

      # gangguan keseimbangan tubuh

   Gangguan Sensorik

      # perubahan kemampuan sensorik

   Gejala Visual

      # pandangan ganda

      # gangguan penglihatan

   Gejala Vestibular

      # vertigo

   Gejala Kognitif

      # gangguan memori

      # gangguan aktifitas sehari-hari

– Gejala neurologis Global

      # kelumpuhan seluruh tubuh

      # pingsan

      # light-headedness

      #’ blackouts’ dengan gangguan kesadaran

      # inkontinensia urin maupun feses

      # bingung

      # tinnitus

Manifestasi berdasarkan etiologinya:

Gejala berdasarkan Letak perdarahan PIS (Perdarahan Intra-Serebral) dan PSA (Perdarahan Sub-Araknoid)

Berdasarkan hasil diskusi tutorial dari berbagai macam manifes yang telah di sebutkan di atas gejala yang sering muncul pada pasien stroke akut adalah :

– Terjadi mendadak

– Penampakan gangguan neurologis fokal atau global

– Muka perot : muka tampak asimetris yang diakibatkan gangguan pada n.VII

-Bicara pelo  : suara yang dikeluarkan tidak jelas diakibatkan gangguan n.XII

Klasifikasi 

Secara garis besar stroke diklasifikasikan menjadi 2 yaitu perdarahan (hemoragik) dan iskemik:

– Stroke Perdarahan

  stroke perdarahan adalah stroek yang diakibatakan oleh perdarahan yang tidak terkontrol yang dapat menggenangi dan membunuh sel-sel otak, stroke jenis ini memiliki tingkat insidensi sebesar 20%. jika dilihat dari letak perdarahanya stroke jenis ini di bagi menjadi 2 yaitu PIS (perdarahan Intra Serebral) dan PSA (Perdarahan Sub Araknoid).

      # PIS (perdarahan Intra Serebral)

        – Terjadi perdarahan di dalam Subtansi atau Parenkim otak (dalam piamater)

        – Penyebab utamanya adalah : Hipertensi khususnya yang tak terkontrol, proses degeneratif vaskuler, ruptur aneurisma

      # PSA (Perdarahan Sub Araknoid)

        – Perdarahan yang terjadi pada bagian subaraknoid yang perdarahannya dapat masuk ke sistem LCS

        – Penyebab utama adalah :

         * Rupturnya aneurisma arterial yang terletak di dasar otak

         * Malformasi vaskuler yang terletak dekat permukaan piamater

         * Trauma

         * Angiopati amiloid

         * penggunaan obat

@ catatan : aneurisma merupakan sebuah penonjolan pada arteri yang dapat disebabkan oleh proses degenerasi pada otot dan ke’elastisan, dampak dari penurunan kekuaton otot dan elastis dari arteri menyebabkan arteri tidak dapat mengkonpensasi akan tekanan darah yang tinggi, tekanan darah yang tinggi akan mendesak arteri yang akan memberikan beban terhadap arteri dan dapat membentuk sebuah penggembungan/penonjolan yang di sebut aneurisma. pecahnya aneurisma ini dapat di provokasi oleh emosi(saat marah), aktivitas berat, mengejan dan hipertensi.

– Stroke Infrak

Stroke infrak memiliki tingkat insidensi tertinggi mencapai 85%. stroke infrak terjadi akibat turunnya atau berkurangnya aliran darah ke otak yang pada keadaan normal 58ml/100gram sedangkan pada stoke iskemik aliran darah ke otak turun mencapai 18ml/100gram.

-klasifikasi stroke infrak berdasarkan perjalanan klinis

      # Transient Ischemic Attack (TIA) : Gangguan neurologis fokal gejala berlangsung kurang dari 24 jam

      # Reversible Ischemic Neurological Deficit (RIND) : Sama seperti TIA hanya beda durasi serangan lebih lama yaitu lebih dari 24 jam dan biasanya membaik dalam waktu 24-48 jam.

      # Stoke In Evolution (progressing stroke) : Diawali dengan gangguan fokal ringan dan terus memburuk setelah 48 jam berikutnya

      # Complete Stroke Non-Haemmorhagic : Kelainan neurologis yang sifatnya menetap.

Vaskularisasi otak

– Vaskularisasi otak dibagi menjadi 2 berdasarkan anatominya yaitu anterior dan posterior

      # Vaskularisasi otak anterior

        * Kita mulai dari Arcus aorta, arcus aorta terbagi sinistra dan dextra

        * Pada bagian dextra, diteruskan ke a.Brachiocephalica menuju a.Carotis Comunis dextra

        * Pada bagian sinistra, langsung di teruskan ke a,Carotis Comunis sinistra

        * Pada leher setinggi kartilago thyroid kedua a.carotis comunis bercabang menjadi intra dan ekstra kranial

        * Percabangan tersebut dinamakan bifurkasio carotis (mengandung Carotid body yang peka terhadap PO2, aliran darah, PH, suhu)

        * Pada a. Carotis Eksterna melalui kanalis karotikus untuk memvaskularisasi kavum timpani dan beranastomosis dengan arteri maksilaris

        * Sedangkan a.Carotis Intrakranial terus melesat ke atas menuju otak

        * a.Carotis Intrakranial mempercabangkan a.ophtalmica, a.Serebri Media dan a.Serebri Anterior

      # Vaskularisasi Posterior

        * Dimulai dari Arcus Aorta dextra dan sinistra

        * Dari Arcus Aorta Dextra menuju ke a.Brachiochepalica dan dilanjutkan ke a.Subclavia

        * Pada Arcus Aorta Sinistra menuju langsung  ke a.Subclavia

        * Dari a.Vetebralis dextar maupun sinistra berlanjut menjadi a.Vetebralis

        * a.Vetebralis dextra maupun sinistra melaluia canalis transfersalis di columna cervicalis

        * Kemudian masuk ke rongga kranium melalui foramen magnum

        * Dsana akan bercabang menjadi sepasang Cerebelli Inferior

        * a.Vetebralis terus berlanjut dan menjadi satu antara dextra dan sinistra menjadi a.Basilaris

        * a.Basilaris mempercabangakan a.Cerebri Posterior

– Siklus Wilisi

      # a.Cerebri Media (sinistra dan dextra)

      # a.Cerebri Anterior (sinistra dan dextra)

      # a.Cerebri Posterior

      # a.Comunican Posterior (menghubungkan a.Cerebri inferior dengan a.Carotis Interna)

      # a.Comunican Anterior (menhubungkan a.Cerebri Anterior dextra dan sinistra)

– Vaskularisasi yang rentan terhadap aneurisma

      # a. Basilaris

      # a.Comunican Posterior

      # a.Comunican Anterior

      # a.Carotis Interna

      # a.Cerebri Media

-LANJUT NTAR LGI AHK CAPE BEUD

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2011 in Uncategorized

 

Anatomi Otak Manusia

Asalamu’alaikum… Mungkin saat ini saya akan sedikit membahas sedikit mengenai Anatomi Otak Manusia…materi ini saya ambil dari materi-materi yang saya dapat dari kuliah-kuliah pakar Fakultas Kedokteran di Yogyakarta…mungkin masih kurang lengkap tapi saya harap berguna untuk diri saya sendiri dan bagi yang membacanya…mari kita mulai kawand…  

Struktur Otak  => Terbagi atas beberapa                          bagian dan berbagai fungsi di antaranya:

  1.  Cerebrum
  2. Cerebellum
  3. Diencephalon (meliputi hypotalamus, thalamus, epithalamus, subthalamus)
  4. Batang otak (meliputi mesencephalon, pons, medula oblongata)
    Fungsi struktur otak
  • Cerebrum   : Terbagi atas 6 lobus diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Lobus Frontal      : Kontrol motorik, ekspresi emosi, pertimbangan moral, elaborasi pemikiran
  2. Lobus Parietal     : Sensasi umum dan pengecap
  3. Lobus Temporal   : Pendengaran, keseimbangan, pemahaman bahasa dan bicara, emosi, memori
  4. Lobus Occipital   : Melihat, Memahami bahasa, bicara dan tulisan
  5. Insula                 : Aktivitas gastrointestinal/organ viseral
  6. Lobus Limbik      : Emosi dan memori
  • Cerebellum
1.Monitor perbedaan rencana & eksekusi gerakan
2.“Timing” aktivitas motorik
3.Gerakan amat trampil, terkoordinasi, cepat
4.Perubahan cepat satu gerakan ke gerakan berikutnya
5.Kontrol intensitas kontraksi otot
6.Kontrol interaksi instan otot agonis & antagonis
7.Membantu korteks serebri à “turn on/ off” otot, perencanaan & pemrograman
8.Membantu batang otak à gerak postural, cepat, equilibrium
9.Membantu medulla spinalis à meningkatkan refleks regang Mengurangi “error” dalam gerakan
  • Diencephalon
  1. Thalamus           : Sistem sensoris dan motoris
  2. Hypothalamus    : Regulasi suhu, Cairan elektrolit, pola tidur dan bangun, asupan makanan, perilaku                                           terkait emosi, respon sexual
  • Batang otak

 •Mesencephalon

– Colliculi superior à gerakan bola mata & kepala

– Colliculi inferior à informasi auditoris

 • Pons

– Pusat pneumotaksik (Pernafasan)

– Pusat apneustik (pernafasan)

  • Medulla oblongata

– Pusat jantung, vasomotor, respirasi

– Monitor CO2

– Muntah, bersin, batuk, menelan

 • Cerebellum

– Keseimbangan, “timing”, presisi gerakan tubuh, & posisi tubuh

Dengan mengetahui ini semua kita dapat memperkirakan letak kerusakan pada struktur otak dengan cara melihat gejala klinis yang muncul pada pasien.

Bab 2

struktur otak merupakan sebuah jaringan lunak yang mudah rusak akibat trauma kepala oleh sebab itu Allah telah menciptakan berbagai perlindungan yang kuat untuk melindungi otak dari trauma sperti berikut otak dilindungi oleh os.cranial, selaput meninges dan cairan serebrospinal (CSS/LCS)…

contohnya:

  1. Pada os cranial terdapat SCALP (Skin, Conective tisue, Aponeuris, Loose areolar conecting tisue, Periosteum) yang berfungsi sebagai bantalan apabila terjadi trauma kepala
  2. Cairan serebrospinal (CSS/LCS) merupakan cairan yang berfungsi antara lain sebagai peredam getaran, memperingan otak, mengambangkan otak, membawa metabolit otak.
Sistem CSS/LCS (pada keadaan normal LCS di produksi sebanyak 150ml dan dalam sehari mencapai 500ml karena mengalami 3x pergantian LCS)
– Diproduksi pada plexsus koroideus di ventrikel otak
– Dari proses ultrafiltrasi plasma dan transfortasi aktif
– Lalu di teruskan k Ventrikel Lateral
– Menuju Foramen Interventricular (Monro)
– Sampai pada Ventrikel III
– Diteruskan ke Aquaductus Serebri (Slyvius)
– Lalu melalui Ventrikel IV
– Dipercabangkan oleh Foramen Luschka dan Magendi
– Terdapat 2 Foramen Luschka dan 1 Foramen magendi
– Diteruskan ke ruang Subaraknoid
– Menembus Vili Araknoid
– Lalu masuk ke sinus Venosus Otak
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2011 in Uncategorized

 

Makhluk Sosial Bukanlah Pilihan…

Kita lahir di dunia ini sudah mempunyai gelar sebagai “Makhluk Sosial
Gelar yang kita dapat tanpa harus susah payah untuk menggapainya…
Gelar yang kita dapat tanpa harus melalui jenjang pendidikan tinggi…
Gelar yang kita dapat tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun….

Apa siyh sebenernya mahluk sosial ithu???
“Mahluk sosial adalah makhluk yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup/menjalani kehidupan”

Dan sebagai mahluk sosial kita harus saling membatu satu dengan yang lain, saling menghormati, saling menghargai…agar tercipta kehidupan yang harmonis,,,

namun…
Banyak Fenomena disekitar kita yang dapat kita lihat disekeliling kita…
Seseorang yang egois dan memikirkan dirinya sendiri, pemikiran seperti inilah yang nantinya akan menjadi tombak runcing yang akan tertancap pada dirinya sendiri,,,

Ada sebuah analogi kita adalah mahluk sosial
misal:

Tukang Potong Rambut Terkenal

Sudah tidak asing laghi bukan dengan istilah tukang Potong rambut???nah disini ada seorang tukang Potong rambut terkenal yang sudah menjelajahi berbagai negara,,,namanya amat dikenal diseluruh dunia,,, kepopulerannya membuat ia menjadi seorang milyarder…seseorang ini sangaaat lihai dalam memotong rambut pelanggannya…semua orangpun merasa puas akan hasil kerjanya…

Lalu adakah yang aneh dari cerita di atas???? Coba di baca ulang dan perhatikan dengan seksama…

Memang tidak ada yang aneh dari cerita tersebut…

Namun…
pernahkah anda terbesit sebuah pertanyaan…Bisakah ia mencukur rambutnya sendiri???(silahkan berimajinasi)

Mungkin saja bisa tapi mungkin juga hasilnya begini nie,,,

Hahahahaha,,,bagus juga yaa hasilnya???

Ternyata…
Tukang potong rambut ithu masih membutuhkan campur tangan orang lain untuk mencukur rambutnya,,,untuk mendapatkan hasil potongan yang memuaskan…

kesimpulan

Mau sehebat apapun dia, sepopuler apapun dia, sekaya apapun dia, dia masih membutuhkan campur tangan orang lain dalam hidupnya...Predikat makhluk sosial inipun akan kita bawa sampai meninggal, bahkan setelah meninggalpun kita masih butuh bantuan dari orang lain untuk menguburkan jenazah kita…

Semoga ini bermanfaat sekaligus jadi bahan intropeksi kita semua,,,terutama bagi sayaamiiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in Uncategorized

 

Jaket ala ninja…huhuhu

Nemu artikel dari internet ternyata ada jaket unik…
yaaa mereka menyebut jaket model korea,,,tapi klo ak sendiri lebih melihat ini seperti jaket ninja yang biasa di pake di kartun NARUTO…maklum penggemar berat…hhe

nie bisa dilihat model-modelnya:

Nah nie dia baru sebagian doank bos…
klo mau liat lebih lanjut kunjungin ke sini…
http://www.jaketmurah.com/a/Setiadi

yang lebih menarik laghi…J-fleece ngadain kontes n banyak banget hadiah yang ditawarkan…
klo ada yang berminat silakan cek dan ikuti kontesnya…
http://www.jaketmurah.com/a/Setiadi (liat di link ini)

selamat mencoba kawan…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in Uncategorized

 

cerita luchu hari ini…

Diawali dengan kesialanku hari ini…
dengan tutorial yg hancur babak belur…
gara-gara banyak baca bahan tapi minim bikin catatan…
yg membuatku ngomong Blepotan kaya orang mabuk…huhuhu

selagi diskusi tentang klasifikasi protein dengan di ketuai oleh Fatimah Azahra yg biasa di panggil ima…
ima : yaaa siapa yg mau nambahin info tentang klasifikasi protein????
(kelas hening tampa suara)
ima   : Ayooo siiiiapa???Ayoooo Dimaz ganteng tambahin (menunjuk secara tiba-tiba)
saya : Huuuuuh (dalam hati sambil kaget, ngomong opo yooo???)
Hmmmpf…ak dapet banyak siyh…ada yg menurut asam basanya ada yg menurut ini ada yg menurut itu
(sambil gag ngerti apa yang aku omongin),,,dan aku jelasin  bsajhdi,m sjbcdishm njcbsuhsbm jbdsjib
Tutor : Stoooooop…Kalian semua jelas apa yg dimaz ganteng terangin???

*Serentak menjawab ENGGAK*
saya: saya aja gag ngerti dok…hahahahaha

 

HUuuuh
merasa bodo bgt hari ini…

“Dan Ku Ukir Dalam Hati…Tutorial Hari Ini MENYEBALKAN”

selama tutorial aku terus pandangin jam dinding nan indah disana…
ayoooo cepat pulang(doaku pada ALLAH),,,
akhirnya jam menunjukan angka 9.45…huh akhir’a penderitaanpun selesai…
hanya saja masih meninggalkan luka yg amat sangat dalam,,,hiks

Setelah merasa ak sangat bodoh…
aku gag mau donk bodo sendirian…
hahaha…

aku pun mengajak ngobrol temanku yg brnama *GUS…
saya : Gus kamu klo di rumah kamu sebut ortu kamu apa???
*gus : Ibu sama bapa, mank kenapa???mank kamu manggil’a apa???
saya : klo ak mama sama papa gus…
*gus : Ahk so barat kamu???
saya : Haaaaah barat?lah itu mah dah biasa gus,biasa aku khan anak kota gus (dengan muka sedikit
Menyindir)
*gus : iyaaa coba kamu liat kamus b.indo emank ada kata mama dan papa???

“Toeng-toeng aku pun sempat berfikir, iyaa juga yaaa??taapiii ak gag mau ngaku aku salah”

saya : ahk gag juga gus, banyak kok yg make mama papa, sekarang gini gus…
Kamu manggil ibu ke orang tua mu khan???
*gus : iyaa, mank knapa?
saya : sekarang gini, kamu manggil ibu k orang tua mu, lalu ak langsung menunjuk wanita umur 40thn’an nah
klo itu kamu sebut apa gus???
*gus : ibu
saya : itu ibu (orang tua) kamu gus???
*gus : bukan
saya : katanya kamu manggil orang tua mu ibu???
*gus : Iyaaaa tapi itu bukan ibu ku (dengan muka seram dan ngeyel)
saya : lah gimana siyh???klo ak sebut dia ibu gag masalah soalnya mama ku ada di rumah gus…

Konflik ini pun terus berlanjut sampai pulang ke kost…hha
mungkin klo diceritain kurang luchu,,,tapi klo aku yang ngalamin sendiri siyh ketawa ngaaaakak gan…ckckcck

maaaf jika ada kesamaan watak dan nama…
hanya sekedar iseng dan mengisi waktu luang,,,

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2011 in Uncategorized